Maros, 12 Februari 2025 – PT Vale Indonesia Tbk percayakan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Kabupaten Maros untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Bantuan ini merupakan bagian dari program ESDM Siaga Bencana, yang bertujuan untuk meringankan beban masyarakat terdampak bencana.
Bantuan yang diberikan mencakup bahan pangan pokok seperti beras, mie instan, air mineral, telur, dan kebutuhan dasar lainnya. Perwakilan PT Vale mempercayakan penyaluran kepada ketua BSMI Kabupaten Maros, Muhammad Ikhsan Sandira. Perwakilan PT Vale menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Banjir yang melanda Kabupaten Maros pada 11-13 Februari 2025 ini disebabkan oleh curah hujan tinggi yang mengakibatkan sungai di wilayah tersebut meluap. Ratusan warga terdampak, dan sebagian besar terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Beberapa upaya penyelamatan khususnya dilakukan pada yang memiliki resiko tinggi, seperti ibu yang memiliki bayi, lansia, dan beberapa golongan lain yang riskan apabila menetap di rumahnya yang dikepung banjir.
Di samping itu, tercatat sejak malam 11 Februari, lalu lintas Maros lumpuh akibat genangan air yang tidak kunjung surut, ratusan mobil menumpuk dan menyebabkan kemacetan hingga keesokan harinya pada tanggal 12 Februari 2025. Kota Makassar juga ikut merasakan imbas dari kemacetan Maros yang merupakan kabupaten penghubung Makassar dengan daerah-daerah lain. Dilansir dari Detik.com, lalu lintas di Jalan Trans Sulawesi, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, masih mengalami kemacetan parah hingga malam tanggal 12 Februari. Upaya rekayasa lalu lintas belum dapat dilakukan oleh pihak kepolisian karena jalur alternatif Maros-Makassar juga terdampak banjir. Kasubsi Penmas Polres Maros, Ipda A. Marwan P. Afriadi, menjelaskan kepada detikSulsel pada Rabu (12/2/2025) bahwa beberapa jalur alternatif di Moncongloe dan Pattene juga masih tergenang banjir, sehingga kendaraan tidak dapat melintas sejak kemarin.
Pemerintah daerah, relawan, serta berbagai pihak terus berupaya membantu pemulihan kondisi pasca-banjir. Diharapkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat mempercepat pemulihan serta mencegah dampak lebih lanjut dari bencana ini.

